Kenapa Kucing Lucu dan Disukai Anak Kecil?

Sponsor Ads:
Bukan hanya anak kecil aja sih sebenernya yang suka sama kucing ini. Mulai dari remaja, dewasa, sampai orang tua juga banyak banget yang hobi mengoleksi kucing. Selain karena emang imut-imut lucu gitu, kucing juga bisa diajak buat kontes loh!




Tapi disamping itu ternyata ada banyak jenis kucing di Dunia ini. Dan kebiasaan serta perawatan nya pun akan berbeda dong pastinya. Mulai dari makanan, minum nya mungkin, cara mandi nya, pokoknya segala jenis perawatan nya akan berbeda.


Kucing kampung malah yang paling mudah, karena dia gak ada teknik-teknik khusus layaknya kucing kota atau bisa disebut persia, anggora, caracal, kucing afrika, serval, ocelot, pallas, lynx, dan sejenisnya. Intinya yang makanan nya ‘nyultan’.

Jangan hanya seneng aja sama kucing ya sobat. Kamu juga harus tau cara merawat kucing yang baik dan bebas sesuai jenis kucing nya. Terlebih jika kucing kamu berkarakteristik rewel.

Dan pertanyaannya adalah, kenapa kucing disukai anak-anak? Kenapa bisa?

Mungkin banyak yang setuju kalo jawaban yang pertama diucapkan adalah karena kelucuannya. Tingkah nya yang menggemaskan menjadi daya tarik tersendiri buat mamalia bertubuh penuh bulu ini.

Selain itu, kucing juga mempunya manfaat untuk anak loh!

Bisa menanamkan empati pada anak kita, karena dengan memelihara kucing, anak kita atau yang melihara nya akan mempunya rasa tanggung jawab. Karena harus memberi makan, memandikan, mengajak bermain, dan lain sebagainya.

Memelihara kucing dapat meningkatkan emosi positif pada anak. Hal ini dikarenakan anak akan merasa bertanggung jawab pada kelangsungan hidup si kucing.

Anak akan merasa lebih ekspresif kepada kucing dan akan membuatnya menjadi lebih bahagia. Contohnya saat anak mengusap kucing dengan penuh kasih sayang dapat mentransfer banyak emosi positif.

Keberadaan bakteri yang datang dari kucing justru merangsang sistem imun pada anak.

Dengan terbiasanya anak berada di sekitar kucing atau hewan peliharaan lainnya membuat sistem kekebalan di dalam tubuh anak akan terbiasa memerangi bakteri yang menghampiri tubuhnya.

Dalam beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa pemilik hewan peliharaan cenderung jarang terserang penyakit.


Kucing sendiri merupakan hewan yang menyukai kebersihan. Dia memiliki pembersih debu alami serta kuman di lidah dan air liur saat membersihkan seluruh tubuhnya.


Dilansir dari Mentafloss, membiarkan anak pre-autism dan post-autism bermain dengan kucing dapat menstimulasi saraf mereka menjadi lebih stabil.

Manusia yang melakukan 'komunikasi' dengan hewan peliharaan akan menciptakan interaksi sosial. Oleh karena itu kucing menjadi salah satu hewan yang bisa dijadikan media sebagai alat penyembuh bagi anak-anak dengan gejala autisme.

Memandikan, mengelus serta bermain-main dengan kucing yang menggemaskan akan menimbulkan rasa bahagia sehingga menghindarkan anak dari stres.

Namun perasaan bahagia yang tumbuh ketika bersama kucing ternyata bisa dijelaskan secara ilmiah. Dengkuran kucing memiliki frekuensi 20 - 150 Hz yang mendorong tubuh kucing mengeluarkan hormon endorfin yang memicu rasa bahagia.

Frekuensi itu juga ditangkap oleh manusia sehingga memunculkan rasa tenang dan santai. Sehingga itulah sebabnya kenapa orang atau anak kecil menyukai kucing sebagai teman bermainnya.

Demikian adalah alasan kenapa anak suka kucing, dan kenapa kita harus membiarkan anak bermain dengan kucing kesayangan mereka. Semoga apa yang kami sajikan disini bisa bermanfaat buat para pembaca dan silakan di share kepada temen-temen sobat semua kalo sobat menyukai postingan seperi ini.
Sponsor Ads: awewe

0 Response to "Kenapa Kucing Lucu dan Disukai Anak Kecil?"

Post a Comment